Ketrampilan prima di bidang mikrobiologi sangat penting pada abad ke-21 ini, khususnya bagi mereka yang akan menggunakan pendekatan mikrobiologi untuk berbagai kepentingan. Misalnya di bidang penelitian mikroorganisme digunaka sebagai organisme uji (microbiological assay). Salah satu kegiatan penelitian dan praktik umum yang menggunakan mikroorganisme sebagai organisme uji yaitu di bidang uji mikrobiologi standar seperti yang diatur dalam SNI (Standar Nasional Indonesia), standar ISO dan WHO, dst.

Kegiatan penelitian dan praktik umum di berbagai perusahaan/lembaga/industri pangan, kesehatan, kosmetika, dst sering menggunakan metode uji mikrobiologi, misalnya untuk menentukan daya hambat suatu senyawa metabolit sekunder yang diekstrak dari tanaman terhadap mikroorganisme uji atau menentukan tingkat resistensi suatu jenis mikroorganisme terhadap antibiotik tertentu. Berbagai metode untuk melakukan uji mikrobiologi telah banyak diakui para peneliti di bidang mikrobiologi antara lain metode zona hambat (metode Kitby-bauer) dan konsentrasi hambat minimum (KHM atau Minimum Inhibitory Concentration/MIC).

Perkembangan iptek terkini di bidang uji senyawa antimikrobia atau antibiotik juga terus berlangsung. Bagi para peneliti yang memiliki dana “cukup”, maka dapat memilih beberapa metode yang lebih cepat dan hasilnya juga tepat. Beberapa metode tersebut misalnya: matrix-assisted laser desorption/ionization time-of-flight mass spectrometry (MALDI-TOF MS), ATP bioluminescence assay, Flow cytofluorometric method, Thin-layer chromatography (TLC)–bioautography, dll.

Tujuan lokakarya ini yaitu peserta diharapkan mampu: 1) menerapkan teknik dasar mikrobiologi terkait zona hambat dan konsentrasi hambat minimum dan 2) terampil melakukan pengamatan dan pengukuran zona hambat dan konsentrasi hambat minimum. Selain itu peserta juga diharapkan mampu menerapkan dan melakukan teknik dasar menguji zona hambat serta menentukan konsentrasi hambat minimum suatu senyawa yang diesktrak dari tumbuhan dan/atau antibiotik tertentu terhadap mikroorganisme uji.

Lokakarya diikuti oleh sebelas (11) orang peserta dan secara umum semua peserta menyatakan sangat puas dengan lokakarya ini. Peserta diberi kesempatan untuk melakukan praktik langsung di laboratorium, sehingga memiliki pengalaman nyata menerapkan kedua metode yang diberikan. Para peserta juga berharap dapat mengikuti pelatihan lain di bidang Mikrobiologi bila diselenggarakan dan ditawarkan kepada peserta.

Leave a Comment