TekPang UAJY Ulas Keamanan dan Toksikologi Bahan Pangan bersama BBPOM Yogyakarta

Keamanan dari bahan pangan merupakan salah satu aspek penting di dalam produksi dan industri makanan. Untuk mendalami tentang aspek ini, Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (TekPang FTb UAJY) mengadakan Kuliah Umum bersama balai besar pengawas obat dan makanan (BBPOM)  Yogyakarta. Kuliah umum kali ini membahas tema: “Keamanan dan Senyawa Bioaktif Bahan Pangan – Regulasi terkini tentang Keamanan dan Toksisitas Bahan Pangan dan Senyawa Bioaktif”. Kuliah ini merupakan rangkaian dari Mata Kuliah Keamanan dan Toksikologi Bahan Pangan yang diadakan pada 5 Mei 2024. Kuliah ini di bawakan oleh Ibu Lisana Fajarwati, S.T.P. selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda.

Kuliah ini diikuti oleh 44 orang mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknobiologi UAJY dalam mata kuliah Keamanan dan Toksikologi Pangan di Ruang Auditorium FTb UAJY, Gedung Thomas Aquinas UAJY. Topik utama dalam kuliah ini membahas mengenai keamanan bahan pangan dan regulasi BPPOM, cara mengolah dan memproduksi makanan yang aman bagi konsumen, serta peningkatan nilai gizi bahan pangan. Aspek ini merupakan bagian krusial dalam pengolahan pangan untuk menentukan apakah suatu produk pangan yang diproduksi sudah layak dan tidak berbahaya bagi konsumen. Kuliah tamu ini sangat spesial karena mencakup topik yang luas, antara lain yaitu jenis-jenis bahaya dalam industri pangan, baik dalam aspek teknis, mikrobiologis, kimiawi, intoksikasi logam, dan cara menanggulanginya, serta tentang penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP), dan peptida bioaktif. Pemahaman ini sangat penting untuk membekali calon-calon ahli pangan yang nantinya akan terjun dalam dunia industri.

Salah satu topik menarik dari diskusi tersebut yaitu pentingnya memperhatikan penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP). Dalam industri pangan, BTP sering kali digunakan untuk meningkatkan maupun mempertahankan mutu kualitas suatu bahan pangan agar semakin lama masa simpannya atau agar semakin tinggi penerimaannya terhadap konsumen. Namun ternyata, penambahan ini juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku supaya tidak digunakan secara berlebihan karena dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi konsumen dan tentunya merugikan industri. Penghitungan BTP menjadi diskusi hangat yang disertai dengan solusi-solusi alternatif bila terdapat keterbatasan alat pengukuran di lapangan.

Selain itu, peptida bioaktif juga menjadi topik yang hangat diperbincangkan karena potensinya dalam bahan pangan, meskipun secara umum hal ini juga jarang diperhatikan oleh masyarakat maupun produsen. Kandungan peptida bioaktif pada suatu bahan pangan ini tentunya juga harus diawasi agar konsistensi kandungannya dapat terjaga tanpa mengurangi nilai gizi pada produk pangan. Potensi lain dalam pengembangan produk pangan di dunia industri yang dapat dilakukan oleh lulusan teknologi pangan yaitu dengan melakukan fortifikasi gizi.

Kuliah ini berjalan dengan interaktif dan diskusi yang aktif oleh mahasiswa dan pembicara, disertai dengan adanya doorprize bagi mahasiswa yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan. Di akhir acara, tak lupa para peserta, dosen pendamping, dan pembicara melakukan sesi foto bersama.

Diadakannya kuliah umum dengan BBPOM ini merupakan bentuk kesungguhan Fakultas dalam menyediakan ilmu yang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa-mahasiswanya. Sehingga di masa depan, harapannya dapat mencetak lulusan dengan daya saing tinggi di dunia industri. Dengan adanya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa dan peserta lainnya dapat lebih memahami pentingnya menjaga keamanan pangan serta mampu menerapkan ilmu yang didapat dalam studi dan karier mereka di masa depan. Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang berkualitas, bekerja sama dengan berbagai lembaga dan ahli di bidangnya.

 

Oleh : Theodorus Aryo Bimo Susanto
Editor: Teresa Ramadhinara Subando

× Tanya Kami