Ingin Jadi Konservasionis Muda?


Ajakan dari TAMBORA sungguh menggelitik, menantang mahasiswa Fakultas Teknobiologi  untuk menjadi konservasionis muda. Baru-baru ini pada hari Senin, 20 Maret 2017 bertempat di Ruang Audiovisual Kampus 2 Universitas Atma Jaya Yogyakarta telah diselenggarakan kuliah umum kerjasama Fakultas Teknobiologi dengan TAMBORA.  Pada kuliah umum ini dihadiri kurang lebih 100 mahasiswa yang sedang mengambil matakuliah Ilmu Lingkungan dan beberapa mahasiswa yang tergabung di KSB (Kelompok Studi Biologi)

Pada sesi 1 dengan pembicara  Dwi Adhari Nugraha (TAMBORA) menyampaikan bahwa ketika bicara mengenai konservasi  seolah yang bertanggung jawab adalah orang-orang Biologi atau Kehutanan. Padahal sebenarnya konservasi adalah menjadi tanggungjawab bersama baik di bidang hukum, ekonomi, sosial, politik, budaya bahkan seni.

Pada sesi selanjutnya Mark Rademaker yang tertarik menekuni  dan mempelajari babi kutil. Bagaimana seorang Mark Rademaker tertarik mendalami babi kutil di Bawean, jawabnya sederhana yaitu karena tidak banyak orang yang tertarik, penelitian mengenai babi kutil  masih jarang. Penelitian dengan topik “Conserving The Bawean Warty Pig” diharapkan dapat digunakan untuk menentukan strategi konservasi.

Di sesi terakhir Uni Sutiah menyampaikan topik mengenai deforestasi dan implikasi terhadap biodiversitas.

Ingin menjadi konservasionis muda, silakan bergabung melalui web berikut: http://www.tamboramuda.org