Menguak Rahasia Anggrek: Guru SMAK Penabur Jakarta Belajar Kultur In Vitro di FTB UAJY

Pelatihan kultur in vitro anggrek di FTB UAJY menghadirkan pengalaman belajar bioteknologi tanaman melalui teori, diskusi, dan praktik langsung di laboratorium.

Program Studi Biologi Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FTB UAJY) menyelenggarakan pelatihan kultur biji anggrek secara in vitro bagi guru-guru SMAK Penabur Jakarta pada 20 April 2025. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan, Gedung Fransiskus Asisi UAJY, dan diikuti oleh sekitar 20 peserta.

Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis di bidang bioteknologi tanaman, khususnya teknik kultur biji anggrek secara aseptis. Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga pengalaman langsung yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan pembelajaran sains di sekolah.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai kultur jaringan tumbuhan. Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif, terutama seputar penerapan teknik kultur in vitro dalam pembelajaran dan budidaya tanaman.

Pelatihan ini dipandu oleh Dr. Dra. Exsyupransia Mursyanti, M.Si., dosen Program Studi Biologi (Bioteknologi) FTB UAJY, dengan pendampingan tim asisten laboratorium dan Pantalea Edelweiss Vitara, S.Si., selaku Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP).

Setelah memperoleh dasar teori, peserta kemudian mengikuti praktik langsung yang dibagi ke dalam lima kelompok. Dalam sesi praktik, tiga kelompok melakukan penaburan biji anggrek menggunakan Laminar Air Flow (LAF), satu kelompok menggunakan entkas kaca sederhana, dan satu kelompok lainnya menggunakan entkas dengan lampu ultraviolet (UV).

Pembagian metode ini memberi kesempatan kepada peserta untuk mengenal beberapa pendekatan kerja aseptis, mulai dari metode sederhana hingga penggunaan fasilitas laboratorium yang lebih modern. Selama praktik, peserta menggunakan tiga jenis anggrek, yaitu Vanda tricolor, Dendrobium hybrid, dan Arundina graminifolia.

Peserta melakukan penaburan biji secara aseptis ke dalam botol kultur dengan pendampingan tim asisten. Setelah proses penaburan selesai, peserta juga berkesempatan menempatkan hasil kultur ke ruang inkubasi sebagai tahap awal pertumbuhan.

Selama kurang lebih dua jam, pelatihan berlangsung interaktif melalui perpaduan materi, diskusi, dan praktik laboratorium. Peserta aktif bertanya, berbagi pengalaman, serta menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap teknik kultur in vitro sebagai salah satu aplikasi nyata bioteknologi tanaman.

Kultur in vitro menjadi teknik penting dalam budidaya anggrek karena biji anggrek tidak memiliki cadangan makanan yang memadai, sehingga sulit tumbuh secara alami tanpa kondisi pendukung yang sesuai. Melalui teknik ini, biji anggrek dapat ditumbuhkan dalam media buatan yang steril dan terkontrol, sehingga membuka peluang perbanyakan tanaman secara lebih efektif.

 

Melalui pelatihan ini, Fakultas Teknobiologi UAJY menegaskan perannya sebagai ruang belajar sains hayati yang terbuka bagi sekolah dan masyarakat. Keterlibatan guru-guru sebagai peserta workshop diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring pembelajaran biologi dan bioteknologi antara sekolah dan perguruan tinggi. Ke depan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui pelatihan laboratorium, kunjungan edukatif, maupun kolaborasi pembelajaran yang mengenalkan siswa pada dunia bioteknologi secara lebih dekat, aplikatif, dan inspiratif.

 

Penulis : Paskah Aprilia Indarti

Editor: Teresa Ramadhinara Subando