Saat Siswa SD Tarakanita Bumijo Jadi ‘Ilmuwan Cilik’ di Laboratorium UAJY

Para murid diharap dapat pengalaman belajar bermakna, menggembirakan, dan aplikatif.

Rep: Devi Rahma Yanti (Mg01)/ Red: Fernan Rahadi

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Sebanyak 108 murid kelas IV SD Tarakanita Bumijo mengikuti kegiatan Pembelajaran Luar Sekolah (PLS) dengan mengunjungi Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Jalan Babarsari Nomor 44, Janti, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para murid untuk belajar sains dan teknologi pangan melalui praktikum secara langsung di laboratorium.

Dalam pelaksanaannya, murid dibagi menjadi dua kelompok untuk mengikuti praktikum di Laboratorium Biologi dan Laboratorium Pembelajaran Pangan. Kelompok di Laboratorium Biologi berkesempatan membuat jelly mask, yaitu produk kosmetik berbahan dasar rumput laut. Sementara itu, kelompok lainnya mengikuti praktikum pembuatan color-changing jelly, yaitu produk pangan berbahan bunga telang yang dapat menunjukkan perubahan warna.

Dekan Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, apt Ines Septi Arsiningtyas, menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Anak-anak sekolah dasar dinilai sebagai generasi penting dalam membangun cara pandang baru terhadap sains.

“Anak-anak sekolah dasar merupakan generasi penting dalam membangun cara pandang baru terhadap sains. Melalui pelatihan pembuatan jelly mask sebagai produk kosmetik dari bahan rumput laut dan color-changing jelly berbahan bunga telang sebagai produk pangan, kami ingin menunjukkan bahwa sains hadir sangat dekat dengan kehidupan mereka. Dengan bahan sederhana dan kegiatan yang menyenangkan, setiap anak dapat mengamati, mencoba, dan menemukan pengetahuan baru. Inilah pembelajaran sains yang kami harapkan, yaitu pembelajaran yang menggembirakan, penuh kesadaran, dan bermakna,” katanya.

Salah satu murid kelas IV, Milen, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan PLS tersebut. “Kegiatan PLS ini sangat menyenangkan dan seru karena bisa praktik langsung tentang teknologi pangan. Ternyata membuatnya tidak susah,” katanya.

Kepala Laboratorium Bioteknologi Hayati dan Bioproduk, Dr Nelsiani To’bungan, mengatakan setelah masker selesai dibuat, produk tersebut dapat dicoba terlebih dahulu di punggung tangan untuk melihat kecocokan.

“Setelah masker selesai dibuat, produk tersebut dapat dicoba terlebih dahulu di punggung tangan. Jika tidak menimbulkan kemerahan, iritasi, dan reaksi lainnya, masker tersebut aman untuk digunakan,” kata Hayati saat diwawancarai Republika.

Dosen Teknologi Pangan di UAJY, Brigitta Laksmi Paramita, mengatakan color-changing jelly aman dibuat di rumah dengan tetap mendapat pengawasan dari orang tua. “Aman banget, nanti mungkin kalau di rumah untuk memasak jelly-nya bisa diawasi oleh orang tuanya,” katanya.

Melalui kegiatan ini, SD Tarakanita Bumijo berharap para murid memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, menggembirakan, dan aplikatif. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat Selengkapnya…