Penerapan Bioteknologi di Industri Pangan: FTB UAJY Gelar Kuliah Tamu Bersama PT Ajinomoto Indonesia

Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FTB UAJY) menyelenggarakan kuliah tamu mata kuliah Biokimia Pangan pada Kamis, 9 Oktober 2026. Berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB di Lt. 5 Ruang Mukim, Gedung Fransiskus Asisi, Kampus 2 UAJY. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 mahasiswa dari program studi Teknologi Pangan. Kuliah tamu ini menghadirkan Bapak Satria Gentur Pinandita, Direktur/ Deputy Factory Manager PT Ajinomoto Indonesia (Pabrik Mojokerto), sebagai narasumber untuk membahas peran bioteknologi dalam ketahanan pangan global dan manufaktur industri.

Dalam sesi pembuka, Bapak Satria menggarisbawahi pentingnya peran bioteknologi di tengah ancaman perubahan iklim (climate change) yang berdampak pada penurunan pasokan bahan pangan pokok seperti padi dan tebu di saat angka kelaparan dunia terus meningkat. Mengutip pemikiran Alvin Toffler (The Third Wave), beliau menyampaikan bahwa bioteknologi merupakan satu dari empat teknologi kunci di abad ke-21—bersama mikroelektronika, energi alternatif, dan aeronautika—yang mendominasi empat pilar masa depan: healthcare, pertanian, industri, dan lingkungan.

Memasuki materi utama, narasumber menjelaskan alur komprehensif produksi Monosodium Glutamat (MSG). Proses ini diawali dengan pengadaan bahan baku utama seperti treated cane molasses (tetes tebu olahan), starch tapioca (pati singkong), dan beet molasses, serta sakarifikasi menggunakan enzim alpha-amilase dan glukoamilase untuk mempercepat pemotongan pati menjadi glukosa. Glukosa tersebut kemudian difermentasi secara presisi menggunakan bakteri Brevibacterium lactofermentum dan amonia untuk menghasilkan asam glutamat. Tahap akhir melibatkan downstream processing—mencakup acidification, neutralization dengan natrium hidroksida, de-colorization menggunakan activated carbon pada Niagara Filter, hingga kristalisasi—yang menghasilkan tiga ukuran kristal (fine, regular, dan large crystal).

Selain proses teknis, kuliah tamu ini juga menyoroti prinsip zero waste dan keberlanjutan. Hasil samping yang tidak tersaring dari proses isolasi diolah kembali menjadi produk bernilai tambah seperti pupuk cair dan pakan ternak. Penanganan limbah cair juga dikelola secara ketat melalui teknologi Biological De-nitrification (BDN) serta penanganan kontaminasi fermentasi secara aman melalui pemanasan suhu tinggi sebelum dialirkan agar tidak mencemari lingkungan.

Bapak Satria juga memberikan motivasi terkait peluang karir lulusan Teknobiologi/Teknologi Pangan di berbagai lini industri manufaktur makanan dan minuman, seperti Production Officer, Product Development (R&D), Process Engineer, Packaging Developer, PPIC Officer, Quality Assurance (QA), Quality Control (QC), hingga Regulatory Specialist. Beliau menekankan pentingnya penguasaan standar mutu dan legalitas industri seperti sertifikasi BPJPH (Halal), BPOM, serta ISO 22000.

Sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang disambut antusias oleh para mahasiswa. Beberapa topik teknis yang dibahas meliputi strategi pencegahan over-fermentation melalui kontrol pH dan suhu, penanganan kontaminasi tangki fermentasi, hingga prinsip rekayasa proses pada tahap pemurnian. Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, FTB UAJY terus berkomitmen untuk memperkuat sinergi antara teori akademis dan aplikasi praktis di industri, sehingga menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi nyata di sektor bioteknologi pangan.

Ditulis oleh : Agnes Olivea Carissa

Editor: Teresa Ramadhinara Subando